Khas Surabaya

5 Prestasi Rumah Sakit Surabaya

Share
Jumat, 08/11/2013 13:54 WIB

Setiap tahun, isu besar yang kerap diusung tiap kali pertemuan rumah-rumah sakit di Surabaya bahkan Indonesia, adalah bagaimana menanggulangi masih banyaknya kecenderungan masyarakat bangsa ini yang masih suka pergi berobat ke luar negeri. Seolah, rumah sakit, dokter, dan peralatan kesehatan yang ada di negeri tak mampu mengatasi problema penyakit yang timbul.
Untuk menanggulangi itu, para petinggi di bidang kesehatan berusaha keras untuk meningkatkan kapabilitas dokter, menata manajemen rumah sakit, hingga menambah peralatan canggih. Alhasil, lambat tapi pasti, rumah sakit terus berbenah dan mampu menunjukkan kapasitasnya yang makin terpercaya.
Rumah-rumah sakit di Surabaya membuktikan prestasinya, dalam bidang dan keunggulannya masing-masing. Hanya saja, tidak semua catatan sukses yang telah dilakukan rumah-rumah sakit di Surabaya tercover oleh media. Padahal, untuk beberapa kasus, pasien luar negeri bahkan berhasil dilakukan tindakan di rumah sakit di  Surabaya. Dan, mereka berhasil. Kondisi pun mulai berbalik: pasien asing berobat ke negeri Indonesia.

RS Bedah Surabaya
Jujugan Pasien Asing untuk Bedah Saraf

Berkat teknik yang dikembangkan, RS Bedah Surabaya dipercaya untuk operasi bedah saraf, bahkan oleh pasien luar negeri.
Tan Kok Bun, pasien Hemifacial Spasm (HFS) asal Hongkong, amat gembira setelah penyakitnya sembuh. Sakit keduten yang amat mengganggu wajahnya itu hilang setelah dilakukan tindakan operasi di RS Bedah Surabaya. Ia pun berkoar akan mengabarkan keberhasilan itu di negeri asalnya. Semula keluhannya itu hendak dicarikan pengobatan di negeri asalnya, tapi tak menemukan dokter saraf yang bisa menangani. Setiap periksa, wajahnya selalu disuntik. Tapi kedutannya tak berkurang. Intensitas kedutannya makin menjadi ketika malam atau saat tegang dan stres. Ketika hendak memutuskan terbang ke Surabaya pun, ia sempat diingatkan salah seorang dokter kalau di Indonesia tidak punya dokter bedah saraf. Namun keputusannya justru menemukan kesembuhan di RS Bedah Surabaya.
“Sekarang wajah saya tidak kaku, tidak merot, enak dan enteng,” katanya sambil menepuk-nepuk pipinya. Atas kesembuhannya itu, ia akan mengabarkan kepada pasien HFS yang, katanya banyak di Hongkong, untuk berobat ke RS Bedah Surabaya. Cerita singkat di atas menggambarkan betapa RS Bedah Surabaya mampu menunjukkan kapabilitasnya, terutama dalam penanganan bedah saraf. Keberhasilan dalam tindakan bedah sarah, baik menyangkut penyakit HFS, spondilosis (kecetit) leher, cedera spinal, dan sebagainya itulah yang kemudian menjadikan bedah saraf menjadi satu dari lima unggulan RS Bedah Surabaya. Unggulan lainnya adalah bedah urologi, ortopaedi, plastik, dan digestive. “Semua layanan dan kemampuan yang dimiliki rumah sakit ini dikonsentrasikan untuk mengembangkan lima keunggulan itu,” kata Tuti Prayogo, drg, MM, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RS Bedah Surabaya.
Meski baru memasuki tahun ke-3, RS Bedah Surabaya telah menancapkan landasan yang menarik dalam sisi pelayanan. Sebut misalnya, untuk tindakan operasi bedah saraf, RS Bedah Surabaya menerapkan konsep one day stand up, next day go home. Artinya, pasien tidak perlu lama-lama tinggal di rumah sakit.
Setidaknya, hari pertama adalah persiapan. Hari kedua dilakukan tindakan operasi, dan hari ketiga pasien sudah bisa pulang. Konsep seperti itu ternyata membuat pasien merasa senang dan terbantu dari aspek biaya pengobatan.

RS Darmo
Rebut Peluang, Kembangkan DCC

Secara fisik, RS Darmo sangat mengagumkan. Bangunan arsitektur heritagenya tetap terjaga, taman dengan tetumbuhan hijaunya tetap asri dan menyejukkan. Tak heran pula bila pada April 2010 lalu, rumah sakit yang dibangun pada 1919 ini menjadi salah satu wakil Indonesia dari Jawa Timur ke seleksi internasional dalam ajang 2010 Unesco Asia Pasi¬fic Heritage Awards for Cultural Heritage Conservation di Bangkok. Tak hanya bangunan arsitektur yang membanggakan, RS Darmo juga terus berupaya meningkatkan profesionalisme demi memuaskan pelanggannya. Sejak 2009 lalu dilakukan penandatanganan kerjasama dengan FK Unair, RSUD Dr. Soetomo dan beberapa pihak lainnya, terutama untuk ketersediaan dokter-dokter spesialis. Semakin ke depan, RS Darmo pun makin mantap dalam menjaga kualitas dan pelayanan kepada masyarakat. “Tahun ini, RS Darmo mengembangkan berbagai layanan unggulan, terutama untuk operasi penanganan masalah ginjal (Kidney Center), Endoscopy dan Radiotherapy,” terang Laksma TNI (Purn) Imam Soewono, dr., SpPD, Direktur RS Darmo.
Beberapa layanan untuk bidang nephrology dan urology, bisa ditemukan di RS Darmo. Sedang untuk keperluan cuci darah (hemodialisis), RS Darmo akan melengkapinya menjadi 15 alat dari 7 mesin yang ada sekarang. Untuk tindakan bedah urology pun, RS Darmo bisa menjadi rujukan utama sebab memiliki dokter ahli dan peralatan lengkap seperti tindakan PNL, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) dan GLL (Green Light Laser). Teknologi GLL untuk menangani pembesaran prostat ini bisa ditemukan di RS Darmo. Sementara untuk tindakan endoscopy, RS Darmo bisa memberikan pelayanan berupa Arthroscopy (persendian), Laparoscopy Endoscopy untuk penanganan berbagai kasus secara minimal invasif. Bahkan dengan teknologi ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography) yang menggunakan alat dengan cara melewati mulut hingga mencapai titik penyakit yang hendak dilakukan penanganan.
Teknologi ERCP ini pun masih sangat terbatas di Surabaya. Penanganan bedah menggunakan teknologi ini bisa ditangani oleh RS Darmo dengan dukungan dokter spesialis yang sudah mumpuni dan team work yang terbangun rapi. Dengan kelengkapan itu, RS Darmo telah melaksanakan akreditasi 16 pelayanan. Selain itu, RS Darmo juga tengah menyiapkan sebuah layanan baru khusus untuk tumbuh kembang anak, yang dikenal dengan DCC (Darmo Children’s Center). Di dalamnya terdapat layananan menyangkut tindakan preventif atau pencegahan mulai si ibu hamil dan bayi agar tetap sehat. Selain itu juga melakukan kegiatan promotive dengan mengadakan seminar, talkshow di media, dan semacamnya. Setiap peluang bagi RS Darmo sangatlah berarti. Ke depan, masih minimnya tindakan penanganan seputar radiografi di Surabaya, akan disambut dengan rencana besar RS Darmo untuk melengkapi fasilitas layanannya di bidang ini.

RS PHC
Sukses Tangani Bayi 700 Gram

Kelahiran buah hati, sangatlah orang tua nanti. Bila ada kelainan ekstrem, RS PHC Surabaya siap memberi Anda harapan positif. Bayangkan bila kelahiran buah hati yang Anda nanti, ternyata si bayi lahir bermasalah: tubuhnya kecil, beratnya hanya 700 gram. Anda tak perlu syok, karena si bayi tetap memiliki harapan hidup. RS PHC Surabaya sudah membuktikan mampu menangani si bayi lahir tidak normal dengan baik. Menurut pantuan, bayi kecil itu kini tumbuh dan berkembang normal sebagaimana anak lahir normal lainnya. Saat itu, detik per detik merupakan waktu yang menentukan bagi keselamatan bayi. Tindakan oksigenisasi dan seterusnya dilakukan dengan sangat hati-hati oleh RS PHC. Lambat laun pertumbuhan si anak telah membuat orang tua lega dan tersenyum merekah. Kelegaan itu juga menjadi catatan kebanggaan luar biasa bagi RS PHC.
Rumah sakit ini juga berhasil melakukan coclear implant terhadap bayi tuli, yang waktu itu masih berumur 8 minggu. Memang tidak murah, tapi sejak itu si anak bisa merespon bunyi-bunyi setelah ditanamkan semacam chip di titik dengar dekat otaknya. Alat yang ditanam setahun lalu, antara lain juga bisa mendengar musik untuk pemicu perkembangan si anak. Tindakan coclear implant terhadap bayi baru lahir ini tidak banyak rumah sakit yang bisa melakukan. Bahkan, menurut catatan dr. Nunung Nugroho, SpKFR, MARS, Direktur Utama RS PHC, RSUD Dr. Soetomo saja tidak lebih banyak melakukan coclear implant dibanding RS PHC Surabaya. “Kami memiliki dokter spesialis yang handal dalam melakukan coclear implant ini,” jelasnya. Selain itu, RS PHC juga berhasil mencatat keberhasilan-keberhasilan lain seputar tindakan medis. Sebut misalnya, keberhasilan melakukan tindakan pasang draft dari tulang donor, atau single insisi laparoscopy surgery (SILS) untuk digestive, dan kateterisasi lebih efisien. Untuk menambah layanan kepada masyarakat, RS PHC juga menambah fasilitas gedung baru PHC Medical Center. Gedung baru ini untuk menambah kenyamanan bagi pasien rawat jalan dan penataan kamar operasi yang lebih baru, lebih modern.
Atas upaya yang dilakukan, RS PHC pun meraih penghargaan Best Champion dalam ajang Surabaya Service Exellent Award (SSEA) kategori rumah sakit dengan layanan terbaik bagi pasien. Layanan terbaik itu dibuktikan dengan diterimanya akreditasi penuh 16 pelayanan dan bersertifikasi standar internasional melalui ISO 9001:2008. Serta penghargaan untuk pengolahan makanan pasien sesuai standar mutu keamanan pangan internasional HACCP. Kini, RS PHC juga tengah meningkatkan teknologi peralatan medis untuk penanganan kateterisasi jantung dan layanan bedah saraf terpadu. Rumah sakit ini juga tengah mengembangkan layanan untuk penanganan Obstruktif Sleep Apnoe Sindrome (OSAS) atau terhentinga nafas waktu tidur. OSAS ini bisa mengakibatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, meningkatnya diabetes, bahkan kematian.

RS Premier
Unggul dalam Operasi Jantung

RS Premier siap menjadi rujukan bagi persoalan jantung Anda. Bagi masyarakat yang memiliki masalah dengan jantung tak perlu lagi kuatir. Secara medis, tindakan penyelamatan masih bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit pembunuh nomer satu ini. Ada dokter ahli dan teknologi canggih yang dimiliki rumah sakit Premier yang bisa mengurangi kekuatiran Anda. Ya, rumah sakit Premier memiliki keunggulan dalam hal pelayanan intensive care, terutama untuk serangan penyakit mematikan seperti jantung (cardiac), otak (cerebro), dan pembuluh darah (vaskular). RS Premier telah banyak melakukan operasi-operasi besar untuk penyakit pembunuh seperti di atas, dengan catatan keberhasilan yang mengesankan. Setidaknya, kata dokter Hartono, Direktur RS Premier, dalam setahun telah melakukan 30 operasi besar untuk penyakit jantung saja.
Jumlah operasi besar menyangkut jantung yang dilakukan RS Premier, setidaknya membukukan catatan paling banyak di Surabaya, setelah RSUD Dr. Soetomo.
“Kami menyuguhkan layanan mulai hulu hingga hilir, utamanya untuk persoalan jantung,” kata dokter Hartono. Mulai dari penerimaan pasien di ICU, tindakan operasi bedah jantung, hingga pasca operasi. Semua dilakukan dengan catatan medis yang detil. Sehingga, dalam seminggu pasien yang benar-benar dilakukan tindakan operasi bedah jantung, sudah bisa pulang. Catatan keberhasilan itu tidak lepas karena RS Premier didukung human resources yang bagus dan teknologi yang memadai. Sekira 65 persen dokter yang mendukung adalah dokter-dokter RS Premier sendiri. Selain keahlian para dokter, juga ditunjang standar pelayanan rumah sakit yang sesuai dengan standar layanan internasional, yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Tak heran bila, menurut catatan dokter Hartono, lama tinggal pasien rata-rata antara 3,7-3,8 hari saja. Pasien di rumah sakit bukan malah bertambah sakit sehingga harus tinggal lebih lama di rumah sakit. Bukan hanya untuk pasien, keluarga pasien pun menjadi perhatian penting bagi RS Premier. Pasien dan keluarga pasien menjadi terselamatkan dengan manajemen dan pengelolaan infrastruktur rumah sakit yang sesuai standar internasional. Karena itu, Hartono mengklaim biaya perawatan di RS Premier tidaklah mahal. Bila dihitung secara total, standar pelayanan yang diterapkan rumah sakit ini mampu memangkas banyak biaya-biaya, seperti item pembiayaan untuk waktu tinggal di rumah sakit yang hanya butuh sedikit hari. RS Premier pun benar-benar menerapkan standar yang ketat untuk keselamatan pasien, sehingga tercapailah motto rumah sakit sebagai “patient safety hospital”.

RS Mata Undaan
Akreditasi dengan Predikat Paripurna

Wacana Hari Kesehatan Nasional yang jatuh di hari ke-12 pada bulan ini menjadi momentum semakin berkembangnya dunia medis di tanah air. Seiring perubahan dan perkembangan jaman, rumah sakit-rumah sakit pun terus berubah dalam perkembangan mengikuti kemajuan teknologi terkini. RS. Mata Undaan pun tak luput dari upaya-upaya merubah paradigma lama. Dalam bentuk; Peningkatan Mutu, menyeluruh dan berkelanjutan. “Perubahan peningkatan mutu yang kami lakukan sebagai sikap, salah satunya, menghadapi era AFTA, dengan semangat pelayanan yang profesional, untuk mampu bersaing baik domestik maupun global,” jelas Herminiati. HB, dr. MARS, direktur Rumah Sakit Mata Surabaya. Bagi rumah sakit kemudian dilakukan standarisasi nilai mutu. Dilakukan oleh lembaga independen yang ditunjuk oleh Pemerintah RI. Akreditasi yang dilakukan di Indonesia berskala nasional yang berdasar pada JCI (Joint Commission International). Standar tersebut sama seperti yang diterapkan terhadap rumah sakit-rumah sakit di luar negeri.
“Pengakuan akan standarisasi nilai mutu pelayanan pada RS. Mata Undaan diterima bulan April 2013 lalu, dengan predikat Paripurna,” jelasnya kepada Surabaya City Guide, saat ditemui di ruang kerjanya, pertengahan bulan lalu. Masih dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan medis, selain terus melengkapi sarana medis sesuai kemajuan teknologi terkini. RS. Mata Undaan Surabaya juga terus meng-update metode-metode medis modern. Mulai bulan ini, dan akan berkelanjutan, akan mengirim dokter-dokternya untuk menimba metode medis terkini. Satu di antaranya berangkat ke Siriraj Hospital, Bangkok, untuk mendalami Glaucoma. Kemudian, tahun depan kembali akan berangkat seorang dokter ke India, untuk meningkatkan pengetahuan hal Keratoplasti dan teknik operasi katarak, Phacoemulsifikasi. Dan masih ada lagi beberapa rencana peningkatan metode-metode pelayanan medis, baik di dalam maupun di luar negeri. “Semua itu untuk mencapai target, mampu mengaplikasikan metode dan teknik terkini,” tegasnya.
Tahun ini, delapan windu sudah usia RS. Mata Undaan Surabaya. Rumah Sakit yang kini berdiri kokoh di sudut Jl. Undaan Kulon 19 itu, yang diresmikan oleh Dr. A. Deutman, selaku pencetus ide dan pemrakarsa, terus mengembangkan pelayanan kepada masyarakat. Perubahan paradigma pelayanan di internal pun diakui telah terjadi. Menurut Herminiati, hal itu disesuaikan dengan tuntutan era kekinian. Demi persaingan pelayanan modern, sarana dan prasarana pun ditingkatkan. “Kedepan, akan dikembangkan pelayanan penyakit dalam dan jantung, sebagai pelayanan pendukung penderita penyakit mata,” tambahnya.
Herminiati juga berharap, upaya-upaya yang telah dilakukan juga didukung oleh semua pihak, terutama pemerintah. “Kami butuh dukungan dan kemudahan untuk dapat mendatangkan peralatan-peralatan canggih dan modern. Semua demi pelayanan bagi masyarakat, baik pasien dalam maupun luar negeri,” sergahnya.
Dalam mendukung setiap langkah perkembangan yang telah dilakukan, dan untuk lebih menancapkan citra di masyarakat. RS. Mata Undaan pun mengenalkan logo barunya. Lambang baru dengan landasan filosofi yang lebih sederhana dan modern. Dengan perubahan peningkatan pelayanan yang terus up-date, bahkan setara dengan standar pelayanan yang diberikan di rumah sakit-rumah sakit di luar negeri. Layaklah dipertimbangkan untuk berobat di dalam negeri saja, bukankah demikian?

 

Kirim Komentar

 

Baca Juga

Kamis, 02/01/2014 14:46 WIB
Rabu, 04/12/2013 11:50 WIB
Rabu, 02/10/2013 16:45 WIB
Jumat, 06/09/2013 16:01 WIB
Selasa, 20/08/2013 15:37 WIB
Jumat, 12/07/2013 16:37 WIB
Kamis, 20/06/2013 13:06 WIB
Kamis, 02/05/2013 16:38 WIB
Jumat, 05/04/2013 16:16 WIB

Contact Details

Office :

Fax :

Informasi Iklan :

Sirkulasi :

 

Email Support

Selasa, 11/03/2014 14:08 WIB
Pesona Madura di 33 Tahun Ratna Busana
Selasa, 11/03/2014 14:08 WIB
Kartini Award 2014 Kembali Digelar Surabaya Plaza Hotel
Kamis, 02/01/2014 14:52 WIB
O- Jamoer, 100 Menu Jamur
Kamis, 02/01/2014 14:52 WIB
Gudeg Ceker Kuntilanak
Kamis, 02/01/2014 17:06 WIB
Ikhtiar Penggemar Bekisar
Kamis, 02/01/2014 17:06 WIB
Lomo, Gitu Loh!
Kamis, 09/01/2014 13:13 WIB
Pengambilan Keputusan Dalam Bisnis
Kamis, 09/01/2014 13:13 WIB
Sikap yang Benar untuk Meraih Sukses